Dulu pada waktu melamar kerja, setelah lulus psiko test sering kali pertanyaan ini muncul pada saat interview........
Disuruh perkenalkan diri pakai bahasa inggris sedangkan dalam bahasa indonesia saja kadang kadang tersendat he he he......
Sebenarnya apa sih yang diperlukan si penginterview sehingga dia menanyakan demikian???
Kalau dalam pengalaman saya selama menghadapi para penginterview, mereka ingin menilai performance kita dari cara kita memperkenalkan diri.....contoh simpel : bagaimana kita bisa smart worker kalau memperkenalkan diri saja sudah susah dan tersendat sendat.....
Jadi apa kira kira yang perlu kita lakukan untuk menghadapi pertanyaan seperti ini????
Saran saya (berdasarkan pengalaman pribadi):
1.sebelum interview buat catatan tentang diri anda, dalam bahasa inggris lebih bagus lagi, sehingga pada saat interview kita tidak pusing lagi mau menceritakan apa
2. jangan menjawab terlalu pendek yang mengakibatkan si penanya bertanya, Terusss????
3. Ceritakan diri anda secara simple, jangan bertele tele.....
4. Ceritakan tentang pekerjaan anda, target yang pernah tercapai atau sesuatu yang pernah anda lakukan yang berbuah positive dan sukses
5. Jangan grogi, calm down dan tunjukkan sikap bahwa anda memang layak mereka rekrut jadi karyawan
Session pertanyaan ini biasanya adalah awal mula dari segudang pertanyaan so be careful, kalau jam/stack disini akan berpengaruh ke pertanyaan selanjutnya, sebaliknya kalau anda lancar pada sesi ini maka it will be nice for the other question
So Prepare yourself with a high spirit
Thank's and have a nice day
John
Fisik 93
Bukan menggurui just to share
Monday, October 20, 2008
Tell me about yourself
Monday, October 13, 2008
Mencari format terbaik
Saya mengikuti terus diskusi yang berlangsung lewat email sesama kita tentang komunitas kita ini.
Latar Belakang.
Adanya rencana Kunjungan Kepedulian ke almamater dan Salah Seorang Guru
Pertimbangan
Sebelum kita melangkah lebih lanjut, baiknya kita pikirkan sesuatu yang lebih mendasar dari komunitas kita ini. Lalu kita (baiknya) mencapai kata sepakat tentang arah, visi, misi, cakupan , agenda dan tujuan dari “gerakan komunitas” kita ini.
Saran
Misalnya, saya kutip salah satu saran teman yang memunculkan visi MENCERDASKAN KABUPATEN DAIRI DENGAN MENINGKATKAN KEHANDALAN ALMAMATER. Visi yang bagus, saya setuju.
Misi:
MENGGALANG PERSATUAN ALUMNI UNTUK MENINGKATKAN KEHANDALAN SMAN 1 SIDIKALANG.
Pertanyaaan:
Alumni mana, siapa, angkatan berapa, jurusan apa aja, domisili dimana? Cakupan gerakan komunitas kita ini sampai dimana.
Apa ngga terlalu naif kita mengatasnamakan teman-teman jurusan lain, angkatan lain, kekuatan lain, di tempat lain yang jauh lebih besar dari kita, tanpa sekalipun mencetuskan, mengundang, meminta saran dari mereka atau sekedar bertukar pikiran dengan mereka, tentang niat apa yang akan kita lakukan?
Tanpa mengurangi empati, kepedulian dan rasa hormat ke Guru Matematika dan Wali Kelas kita, lebih baik kita melabeli kita menjadi “Fisik 93 SMAN 1 Sidikalang” untuk kegiatan ini.
Dengan format seperti ini, kita lebih leluasa bergerak dan nyaman melangkah.
Gimana dengan teman-teman yang lain yang tidak pernah di ajar oleh Pak JDS, atau Jurusan Biologi yang wali kelasnya guru lain, atau jurusan Ilmu Sosial, atau angkatan lain? Apa ngga merasa tersisih? Bagaimana dengan guru lain, yang guru Sejarah, Guru Agama, ngga diperdulikan?
Dengan cara seperti ini: kita sudah memancing sentimen sesama kita, kita sudah membatasi perkembangan komunitas ini.
Tentang pemberian/bantuan… apa harus cindera mata wujud emas? Kenapa ngga dalam bentuk lain yang lebih mendukung pekerjaan, misal: laptop, komputer, software, atau kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, pakaian?
Ini adalah pendapat pribadi saya sebagai bagian dari suatu komunitas yang sangat besar, Alumni SMA Negeri 1 Sidikalang
Saran dan tanggapan sangat diharapkan dalam hal ini.
regards,
Bontor
Alumni Fisik 93
Thursday, October 9, 2008
Bahaya Penggunaan Ulang Kemasan Botol Plastik
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik.
Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Sumber www.bluefame.com