Thursday, March 12, 2009

Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando

Mantan Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus) Letjen (Purn) Sintong Panjaitan meluncurkan buku ‘Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.’ Sintong mengaku penulisan buku itu bukan untuk kepentingan politik praktis dan bukan untuk menyakiti seseorang, walau mengungkap peristiwa yang tidak pernah terbuka ke publik.

Judul:
Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando
Penulis :
Hendro Subroto
Penerbit :
Kompas
Harga :
Rp. 86.000,-

Rabu, 11 Maret 2009 | 21:17 WIBKompas

JAKARTA, KOMPAS.com — Sintong Panjaitan memaparkan kebenaran sejarah tentang situasi militer zaman Orde Baru yang selama ini dinilai samar-samar. Hal ini dituangkan dalam bukunya berjudul Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, yang diluncurkan Rabu (11/3) malam.

"Dalam buku ini saya mengungkapkan kebenaran di mana banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Buku ini bukan untuk menghakimi, namun agar kesalahan di masa lalu tidak diulangi di masa depan," tutur Sintong, saat peluncuran bukunya, di Gedung Balai Sudirman Jakarta.

Peluncuran buku ditandai dengan pembukaan selubung buku oleh Sintong yang malam ini mengenakan batik berwarna coklat tua. Peluncuran buku berlangsung pukul 19.48.

Lebih jauh Sintong menuturkan, keinginan menulis buku ini karena dorongan kuat dari keluarga, istri, teman, dan sesepuh. "Mereka menilai banyak pengalaman yang tersamarkan dan tidak jelas," katanya.

Sintong berharap buku dengan sampul warna hijau setebal 520 halaman ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi pembaca.
(*)

4 comments:

Alumni SMAN 1 Sidikalang said...

Sabtu kemaren saya hunting buku tersebut ke beberapa toko buku Gramedia (sebagai penyalur utama).
Pertama saya pergi ke Gramedia yang di Jl. Kramat Raya, bukunya sudah habis.
Udah gitu saya pergi ke Gramedia yang di ITC Cempaka Emas, saya tidak menemukan buku tersebut di jajaran buku baru. Lalu, saya tanya Penjaga/Sales-nya,
"Pak, bukunya sudah habis, karena memang jatah di kita cuma ada 10 eksemplar, tapi Senin besok akan datang supply dari pusat".

"Setelah Kalo Bapak mau reserve, boleh saya tulis di waiting list, spy anti kalo bukunya sudah ada, Bapak saya konfirmasi," kata Salesnya dengan ramah.
"Boleh, saya kasih tanda jadinya ya," kata saya sambil mengasih panjar 20.000, takut bukunya habis. Hiks.

Regards

john said...

ai baen kamu akka goarmuna molo mambaen komentar ...asa nitanda hamuna puang

arisitompul said...

ise do maksud ni abang..?
Si "Alumni SMAN 1 Sidikalang" do maksud ni abang?
he..

john said...

ikkon jelas do antong status dohot goar ate asa tabo hita martarombo ....okay bro.....

Post a Comment