Sunday, November 9, 2008

Pahlawan Nasional (Baru)

Jakarta, Kompas, 09 November 2008
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan dan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Dr. Mohammand Natsir, Mayor Jenderal (Pur) Soetomo atau Bung Tomo, dan KH. Abdul Halim. Ketiganya telah mengabdi dan berjasa secara luar biasa kepada negara dan bangsa.

Penetapan Presiden tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 041/TK/Tahun 2008 tertanggal 06 November 2008 dalam Sidang Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November 2008 itu dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11).

Natsir, Bong Tomo, dan Abdul Halim dianugerahi gelar Pahlawan Nasional setelah mereka lama meninggal dunia.

Natsir, mantan Perdana Menteri RI (1950-1951) pertama, meninggal dunia 7 Februari 1993. Sutomo, mantan anggota DPR (1956-1959), meninggal dunia pada 7 Oktober 1981.Abdul Hakim, mantan Ketua Umum Persatuan Umat Islam, meninggal pada 7 Mei 1962.

Dalam sejarah Indonesia, Natsir berperan besar ketika menyatakan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan pada tanggal 17 Agustus 1950 di tengah krisis kredibilitas Republik Indonesia Serikat.

“Mosi Integral”, Natsir merupakan salah satu mosi paling bernilai dalam sejarah parlemen dan kontemporer Indonesia. Natsir juga salah satu penandatangan “Petisi 50” untuk mrngoreksi kebijakan Presiden Suharto.

Bung Tomo adalah salah satu tokoh dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya saat melawan Belanda. Ia adalah sedikit dari tokoh pejuang kemerdekaan yang mendapat panggilan kehormatan “Bung” bersama Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Sjahrir.

Sementara itu, Abdul Halim berperan sejak perjuangan pembentukan dan kemerdekaan Indonesia hingga upaya mempertahankannya dari agresi Belanda.

Abdul Hakim juga ikut bergerilya bersama pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan basis di sekitar kaki Gunung Ciremai pada Agresi Belanda II.

Ia memimpin penghadangan pergerakan militer Belanda di wilayah Karesidenan Cirebon.
Pengusulan Abdul Hakim sebagai pahlawan nasional dajukan Masyarakat Sejarawan Inonesia Cabang Jawa arat dan organisasi massa Persatuan Umat Islam Jabar. Abdul Halim adalah pahlawan ke-12 yang berasal dari Jabar.

Bintang Mahaputra
Selain tiga gelar Pahlawan Nasional, Presiden juga menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada PettaLolo La Sinrang (almarhum), tokoh pejuang Kerajaan Sawitto. Diberikan Bintang Budaya Perana Dharma kepada Wahyu Sihombing (almarhum) dan Marah Rusli (almarhum). (*)


Selamat Hari Pahlawan 10 November.

2 comments:

Alumni SMAN 1 Sidikalang said...

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

john said...

salam kenal lae mbak ito tunggane manang ise pe ate
John
Fisik 93

Post a Comment