Tuesday, September 23, 2008

Lentera Jiwa: Intro

Berbagai komentar di internet tentang tayangan Kick Andy membuat mata Andy F. Noya berkaca-kaca. "Apakah betul Kick Andy memberi pengaruh sebesar itu pada penonton?" tulis Andy dalam bukunya, Andy's Corner, terbitan Bentang dan Metro TV.

"Hidup akan lebh berarti ketika bisa menjadi jembatan yang menghubungkan mereka degan para dermawan, tutur Andy, yang bersama timnya kemudian mendirikan Kick Andy Foundation.

Andy memberikan gambaran, betapa kalau sedang berkunjung ke daerah untuk memandu program Kick Andy off air, ia menjadi bak selebritis. Banyak orang meminta foto bersama dan tanda tangan. Jika ia sedang ingin menyendiri sambil membaca buku di kafe, ada saja orang yang mendekat dan menyalaminya. Ketenaran mendadak itu tak lain berkat Kick Andy, program talk show d Metro TV yang dipandunya sejak 20 Maret 2006.

Jujur ini bukan diri sendiri karena sebenarnya aku nggak suka terkenal. Aku ini hidup dalam kontradiksi. Aku sebenarnya introvert, suka menyendiri, baca buku, menulis, tetapi sebagai host Kick Andy, aku harus banyak omong," tutur campuran Belanda (dari bu) dan Papua (dari ayah) ini.

Memang kalau sedang memandu Kick Andy, Andy seakan tak terbendung. Pertanyaan-pertanyaannya kerap membuat orang terperangah. Orang bilang, pertanyaannya pedas. Belakangan Andy menyadari, pertanyaan pedas itu justru memberi karakter pada Kick Andy. Pada episode "Aa Gym", misalnya, Andy melempar pertanyaan, "Anda kan meminta orang untuk menjaga hati, tapi mengapa Anda (dengan berpoligami)?" Atau pertanyaan untuk Harmoko, "Anda seperti Brutus, bagaimana bisa Anda menusuk Suharto dari belakang". Kepada Sri Sultan HB X, Andy menanyakan mengapa hak istimewa sebagai sultan untuk beristri lebih dari satu tidak dimanfaatkan, padahal banyak orang yang tidak memiliki keistimewaan itu justru melakukannya. Semua pertanyaan mereka jawab seraya tersenyum.

Andy jadi teringat ketika pada satu waktu, bos Media Group Surya Paloh berujar setenga bertanya kepadanya. Waktu itu ia masih menjabat Pemimpin Redaksi Media Indonesia.. "Kamu ini kalau bicara nyelekit, tapi mengapa orang-orang enggak marah."

Sulit menjawab itu, karena kata Andy, ia sendiri pun kadang bertanya. "Aku hanya meyakini satu hal. Selalu tak ada niat jahat di balik pertanyaaan-pertanyaanku. tak ada agenda apapun. Aku sama sekali tidak berpolitik," tegasnya.

Berdiri Sendiri
Wawancara dengan Andy di gedung Metro TV sore pekan lalu membuat beberapa teman heran, "Lho, Andy Noya kan sudah tidak di Metro TV". Andy terkekeh mendengarnya. "Aku juga sering ditanya," ujar Andy, yang sore itu menutup rambut kribonya dengan topi lantaran sedang berantakan.

Ceritanya, sejak 3 tahun lalu Andy sudah berniat undur diri dari Media Indonesia dan Metro TV, tapi waktu itu Surya Paloh berberat hati. Tahun ini, hasrat Andy sudah bulat. Ia bermaksud mengurus majalah Rolling Stone yang ia dirikan bersama Eddie Soebari dan Ratna Monika, yang selama ini ia abaikan. "Sudah saatnya saya berdiri sendiri," kata Andy, yang Mei 2008 ini seara resmi mengundurkan diri.

(bersambung)
Diketik ulang dari Harian Kompas edisi Minggu, 21 September 2008

0 comments:

Post a Comment